BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Kehidupan adalah ciri yang
membedakan objek yang memiliki isyarat dan
proses penopang diri
(organisme hidup) dengan objek yang tidak memilikinya, baik karena
fungsi-fungsi tersebut telah mati atau karena mereka tidak memiliki fungsi
tersebut dan diklasifikasikan sebagai benda mati.
Sampai sekarang belum ada seorangpun yang berhasil memecahkan masalah
bagaimana asal kehidupan di bumi ini.
Banyak teori atau faham yang diajukan,
tapi sampai sekarang belum memberikan jawaban yang memuaskan. Usaha manusia
untuk mengetahui bagaimana dan darimana asal kehidupan sudah dimulai sejak
jaman Yunani kuno, tetapi kebanyakan hanya berupa mitos. Misteri kehidupan
makhluk hidup di bumi ini kita coba pelajari melalui evolusi.
Evolusi adalah suatu proses perubahan makhluk hidup secara bertahap dan
membutuhkan waktu yang lama dari bentuk yang sederhana, menjadi bentuk yang
lebih kompleks. Diperlukan waktu jutaan tahun agar perubahan tersebut nampak
lebih jelas.
Terdapat dua macam evolusi yaitu,
evolusi yang menuju pada kemungkinan dapat bertahan hidup. (progresif) dan
evolusi yang menuju pada kemungkinan menjadi punah (regresif). Teori
evolusi tersebut adalah perpaduan antara ide dan fakta.
Prinsip dan teori dalam ilmu
evolusi mencoba menjelaskan proses penciptaan yang terjadi di masa lalu dan
membuat perkiraan mengenai masa depan. Pada makalah kali ini, kami akan
membahas mengenai sistem abiogenesis.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Teori
Abiogenesis
Menurut Nuriyah (2012), teori abiogenesis
dikemukakan oleh Aristoteles yang menyatakan bahwa makhluk hidup tercipta
dari benda tak hidup yang berlangsung secara spontan (generatio
spontanea). Misalnya cacing dari tanah, ikan dari lumpur, dan sebagainya.
Teori ini dianut oleh banyak orang selama beberapa abad kemudian.
Aristoteles adalah seorang filsuf
dan tokoh ilmu pengetahuan dari Yunani. Sebenarnya dia mengetahui bahwa
telur-telur ikan yang menetas akan menjadi ikan yang sifatnya akan sama
seperti induknya. Telur-telur tersebut merupakan hasil perkawinan dari
induk-induk ikan. Walau demikian, Aristoteles berkeyakinan bahwa ada ikan yang
berasal dari lumpur.
Menurut penganut paham
abiogenesis, makhluk hidup tersebut terjadi begitu saja secara spontan. Itu sebabnya, teori abiogenesis ini disebut juga generation
spontanea. Bila pengertian abiogenesis dan generation
spontanea digabung, maka konsepnya menjadi: makhluk hidup yang pertama
kali di bumi berasal dari benda mati/tak hidup yang terjadinya secara spontan.
Paham abiogenesis bertahan cukup
lama, yaitu semenjak zaman Yunani Kuno (ratusan tahun sebelum Masehi)
hingga pertengahan abad ke-17, dimana Antonie Van Leeuwenhoek
menemukan mikroskop sederhana yang dapat digunakan untuk mengamati makhluk-makhluk
aneh yang amat kecil yang terdapat pada setetes air rendaman jerami.
Oleh para pendukung paham abiogenesis, hasil pengamatan Antonie Van
Leeuwenhoek ini seolah-olah memperkuat pendapat mereka tentang abiogenesis.
Hasil pengamatan Anthoni ditulisnya dalam sebuah catatan ilmiah yang
diberi judul “Living in a drop of water”.
Tokoh
lain pendukung teori ini adalah John Needham seorang
berkebangsaan Inggris. Dia melakukan percobaan dengan merebus sepotong daging
dalam wadah selama beberapa menit (tidak sampai steril).
Daging tersebut direbus, kemudian air rebusannya disimpan
dan ditutup dengan tutup botol dari gabus. Setelah beberapa hari, air kaldu
menjadi keruh yang disebabkan oleh adanya mikroba. Needham mengambil kesimpulan
bahwa mikroba berasal dari air kaldu.
Jadi, menurut paham generation spontanea, semua
kehidupan berasal dari benda tak hidup secara spontan, seperti :
a.
Ikan dan katak berasal dari
lumpur
b.
Cacing berasal dari tanah.
c.
Belatung terbentuk dari daging
yang membusuk.
d.
Tikus berasal dari sekam dan kain
kotor.
Walaupun bertahan beratus-ratus tahun, teori Abiogenesis akhirnya goyah dengan adanya penelitian tokoh-tokoh yang tidak puas dengan
paham Abiogenesis.
BAB III
KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan Needham disimpulkan
bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk yang tak hidup.
DAFTAR
PUSTAKA
_____. 2014. Kehidupan. http://id.wikipedia.org/wiki/Kehidupan.com.
diakses pada tanggal 15 Januari 2014
_____. 2014. Asal Usul Kehidupan.
http://biologimediacentre.com. diakses pada tanggal 15 Januari 2014